Perkembangan Budidaya Lebah Madu
Di Indonesia
22 Februari 2009
Hasil
penelitian para ahli arkeologi menunjukan bahwa lebah madu terdapat di dunia
sudah dimulai pada zaman tertier atau kira-kira 56 juta tahun yang lalu. Dalam
Mitologi Hindu misalnya, digambarkan lebah madu jantan yang sedang istirahat
diatas bunga teratai, adalah simbol Dewa Wisnu yang merupakan lambang kehidupan
dan perdamaian.
Pemeliharaan
lebah madu telah dikenal 3000 tahun Sebelum Masehi, terutama dilakukan oleh
bangsa Mesir kuno. Hal ini menunjukan bahwa lebah madu sudah lama dibudidayakan
walaupun hanya disekitar Sungai Nil.
Perkembangan
Budidaya Lebah Madu Di Indonesia mulai dirintis dan dipelopori oleh RIJKEUNS, seorang
bangsa Belanda pada tahun 1841. Namun, perkembangannya sangat jauh tertinggal
bila dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti; Australia, Jerman,
Rumania, Mexico, India, Jepang dan China. Hal ini disebabkan bidang perlebahan
kurang mendapat perhatian, budidayanya masih sangat tradisional dan sebagian
besar produksinya diperoleh dengan cara merusak atau membakar sarangnya.
Peluang
untuk usaha budidaya lebah madu di Indonesia masih sangat besar. Alasannya,
karena Indonesia mempunyai hutan alam yang sangat luas, sekitar 200 Juta hektar
dengan beraneka jenis tanaman yang berbunga secara bergantian sepanjang tahun.
Tanaman tersebut merupakan habitat ideal untuk usaha budidaya lebah madu. Bila
usaha budidaya lebah madu. dikelola secara intensif dan modern, maka akan
memberikan manfaat langsung maupun manfaat tidak langsung. Manfaat langsungnya
adalah memperoleh berbagai produk lebah madu, seperti; madu, royal jelly,
tepung sari (bee pollen), lilin, perekat (propolis), dan racun lebah.
Semua
produk ini mempunyai nilai ekonomi yang dapat membantu upaya perbaikan gizi
masyarakat dan untuk meningkatkan pendapatan peternak lebah. Sedangkan manfaat
tidak langsung yaitu berkaitan dengan proses pelestarian sumber daya hutan,
peningkatan produktivitas tanaman, dan adanya hubungan simbiosis yang saling
menguntungkan. Tanaman akan mengeluarkan bunga yang banyak mengandung nektar
dan tepung sari sebagai makanan lebah, sementara lebah madu akan membantu
proses penyerbukan bungan tanaman.
Komentar
dan tanggapan :
Pengembangan budidaya lebah di Indonesia
masih sangat jarang dan kurang, orang-orang Indonesia masih belum melihat
peluang bisnis yang sangat besar dari lebah. Walaupun sepeti itu, sudah banyak
yang mulai mempelajari dan membudidayakan lebah. Seharusnya kita sebagai
mahasiswa peternakan harus bisa lebih melihat peluang itu, sehingga kita bisa
memanfaatkan lebah dengan lebih efisien. Bukan hanya untuk kepentingan produksi
madu saja tetapi ternak lebah juga bisa dijadikan sebagai wisata ternak dimana
hal ini bisa memberikan pengetahuan dan edukasi bagi para wisatawan tentang
betapa berharganya lebah madu bagi kehidupan umat manusia dan keadaan
lingkungan bumi.